M

Madrasah Aliyah Negeri (MAN I) Jakarta merupakan madrasah tertua kedua di Indonesia. Madrasah ini didirikan pada tahun 1946 dengan nama yayasan pendidikan “Raudatul Mutaalimin” yang berlokasi di jalan KH. Abdurrahim, Mampang Prapatan Jakarta Selatan yang dipimpin oleh K.H. Rozak Mamun. Perjalanan sejarah cukup panjang yang tentunya dipengaruhi oleh politik yang kurang stabil, yayasan ini mengalami pergantian nama. Atas kerja sama yang baik antara pihak yayasan dengan Departemen Agama,  dan untuk menjawab   usulan   Yayasan ,  maka  Departemen  Agama  melalui  c.q.  Jawatan Pendidikan Agama DKI Jakarta dan Direktorat Pendidikan Agama, Departemen Agama Republik Indonesia mengeluarkan surat nomor 144 / A / II / 1968 tertanggal 15 Februari 1968 tentang persetujuan usualan yayasan untuk menegerikan PGA Raudhatul Muta`allimin tersebut  menjadi madrasah negeri di bawah naungan Departemen Agama.  Maka pada tanggal 17 Mei 1968 PGA RM ditetapkan menjadi  Madrasah Tsanawiyah Agama Islam Negeri (M.Ts.A.I.N) 1 Jakarta, dan Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) 1 Jakarta.

Berdasarkan Surat Keputusan tersebut maka pada tanggal 1 Agustus 1968 secara resmi Pendidikan Guru Agama Raudhatul Mutallimin di bawah naungan Yayasan (RM) Raudhatul mutallimin Mampang Prapatan  Jakarta Selatan   ganti nama menjadi (M.A.A.I.N.) 1 Jakarta,  Awal mulanya bersetatus swasta berubah menjadi madarasah negeri di bawah naungan Departemen Agama dengan pimpinannya Bapak Drs. H. Ahmad Marwazi dibantu oleh beberapa tenaga pengajar seperti Bapak KH. Abdullah Musa dari Tegal Parang,  Bapak Ahmad Bastomi BA dari Kali Bata Pulo,  Bapak KH. Sidiq Fauzi dari Kuningan Barat,  Bapak Ali Alkaf BA dari Tanah Abang, Ibu Hj. Syarfiatun, Bapak Drs. Abdul Chair  dari Kebayoran Baru. dan masih banyak lagi guru-guru yang bergabung di madrasah Aliyah Agama Islam Negeri yang baru tersebut. Adapun  kegiatan belajar mengajar dilaksanakan pada sore hari, sebab pada pagi hari gedungnya dipakai untuk M.Ts.A.I.N. 1 Jakarta dengan pimpinannya Bapak H. Abdul Aziz Erawan. BA.  Dengan demikian, maka Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (M.A.A.I.N) merupakan madrasah aliyah tertua di Jakarta sampai saat sekarang ini, bahkan mungkin untuk Madrasah Aliyah tertua di Indonesia.

Dalam perkembangannya M.A.A.I.N berjalan dengan baik dan berkembang cukup pesat.  Namun perlu diketahui bahwa  Madrasaah Aliyan Agama Islam Negeri (M.A.A.I.N) 1 Mampang Prapatan Jakarta, setatusnya belum punya gedung sendiri, masih numpang di gedung sekolah milik Yayasan Raudatul Mutaallimin. Yang dipakai dua madrasah yakni pagi hari untuk  Madrasah Tsanawiyah Agama Islam Negeri 1 Jakarta (M.Ts.A.I.N.) 1 Jakarta, dan sore hari untuk Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (M.A.A.I.N) 1 Jakarta.  Gedung milik yayasan raudatul mutallimin, untuk dua sekolah maka sering terjadi kesalah pahaman anatara pihak Tsanawiyan dan dengan pihak Aliyah,  akhirnya pada tahun 1976, pihak Aliyah memperoleh gedung baru yang terletak di jl. Rawa Bahagia I nomor 28 Grogol Jakarta Barat.  Berakaitan dengan perolehan gedung Baru tersebut, maka semua kegiatan belajar mengajar dan semua kegiatan administrasi berpindah ke Jalan Rawa bahagia 1 / 28 Grogol Jakarta Barat.  Adapun madrasah Aliyah di Mampang Prapatan, beralih setarus menjadi kelas jauh atau fililal M.A.A.I.N 1 Jakarta.  Pada tahun itu juga, kebijakan Departemen Agama merubah nama Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jakarta.

Pada masa kepemimpinan Bapak Drs. H. Marwazi, MAN 1 Jakarta mengalami banyak kemajuan.  Kemajuan itu antara lain adalah :

  1. MAN 1 Jakarta yang berlokasi di Jalan Rawa Bahagia I / 28 Grogol Jakarta Barat mempunyai filial (kelas jauh) di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. kemudian madrasah ini dinegerikan menjadi MAN 11 dengan kepala madrasah adalah Bapak Drs. R. Ahmad Suwandi.
  2. MAN 1 Jakarta dipercaya oleh Kanwil Departemen Agama untuk mengelola MAN 1 filial (kelas Jauh) Cilincing wilayah Jakarta Utara, maka kepala MAN 1 bapak Dra. H. Ahmad Marwazi menunjuk  Bapak Ahmad Bastomi BA. Sebagai pimpinan Yang kemudian MAN ini dinegerikan menjadi MAN 5. Namun Bapak Ahmad Bastomi belum sempat menjadi Kepala MAN 5 karena beliau wafat di terowongan Mina waktu beliau menunaikan ibadah haji.
  3. MAN 1 Jakarta dipercaya lagi untuk mengelola MAN 1 Filial (kelas jauh) Johar Baru, wilayah Jakarata Pusat, maka kepala MAN 1 Jakarta Bapak Drs. H. Ahmad Marwazi menunjuk Bapak Drs. H. Somali, sebagai pimpinan. Kemudian MAN ini dinegerikan menjadi MAN 8. Pondok Bambu Jakarta Timur.
  4. MAN 1 Jakarta dipercaya lagi untuk memimpin MAN 1 Filial Cakung wilayah Jakarta Timur, maka kepala MAN 1 Jakarta Bapak Drs. H. Ahmad Marwazi, menunjuk Bapak Drs. Tarli Sartidjan
  5. MAN 1 Jakarta dipercaya lagi oleh Kanwil Departemen Agama untuk mengelola MAN 1 Filial Cengkareng, untuk itu Bapak Drs. H. Ahmad Marwazi menunjuk Bapak Drs. H. Marlan Ibnu Sita menjadi pimpinan Madrasah. Kemudian madrasah ini dinegerikan menjadi MAN 10 yang berlokasi di Joglo Jakarta Barat.
  6. Pada tahun 1997, waktu itu yang menjadi kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bapak Drs. Syarifudin Daulay, mendapat kepercayaan dari Kantor Wilayah Departemen Agama DKI Jakarta untuk membuka Filial (kelas jauh) Madrasah Aliyah Negeri kelas jauh Palmerah. Yang ditunjuk sebagai pimpinan adalah  Ahid Rachmat Ruslan. Dengan demikian maka pada tanggal 5 Maret 1997 H. Ahid Rachmat Ruslan untuk pertama kali memimpin Madrasah Aliyah Negeri 1 Kelas Jauh Palmerah, dengan memindahkan semua kelas tiga yang berada di Grogol dipindahkan ke MAN 1 KJ Palmerah. Selanjutnya pada tahun 2006 MAN 1 Kj palmerah berdiri sendiri menjadi MAN 22.